Sabtu, 02 Juni 2012

Meraih Surga dengan Silaturahmi



 Dalam salah satu perintah-Nya, Allah swt berfirman, "Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim." (QS. An-Nisa : 1). Dan pada ayat lainnya Allah menguatkan, "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. (QS. Ar-Ra’d : 21). Dari kedua ayat tersebut dapat kita lihat bahwa silaturahmi merupakan perintah Allah. Hendaknya kaum muslimin tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melakukan amal shalih ini.
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan persaudaraan dari sesamanya. Setiap diri terikat dengan berbagai bentuk ikatan dan hubungan, diantaranya hubungan emosional, sosial, ekonomi dan hubungan kemanusiaan lainnya. Maka demi mencapai kebutuhan tersebut adalah fitrah untuk selalu berusaha berbuat baik terhadap sesamanya. Islam sangat memahami hal tersebut, oleh sebab itu silaturahmi harus dilaksanakan dengan baik. Sekilas, silaturahmi merupakan hal yang sepele namun bila kita mau mengkaji dan mentadabur ayat-ayat Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW maka kita akan memperoleh keutamaan dan keistimewaan yang membangkitkan semangat generasi sebelum kita untuk berlomba-lomba menerapkannya.

Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah swt memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda. Keutamaannya sangat banyak dan keuntungannya melimpah. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya.

Allah swt telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah SWT memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya : "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan - Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka, dan dibutakan-Nya penglihatan mereka." (QS Muhammad :22-23).

Dalil tersebut merupakan landasan syar’i akan perlunya silaturahim antar anggota masyarakat bahkan perintah yang semestinya kita terapkan. Dan bila kita kembali mengkaji dan mentadaburi pedoman hidup kita, maka Allah dan Rasul-Nya tidak semata memerintahkan umatnya untuk menerapkan perintahnya tanpa memberi tahu keutamaan pelaksanaannya dan ancaman meninggalkan atau memutus hubungan silaturahmi.

Diantara keutamaan yang akan diraih oleh orang yang selalu melakukan silaturahmi adalah akan diluaskan rizkinya. Rasulullah SAW bersabda, " Barangsiapa yang suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud). Keutamaan yang lain adalah akan selalu berhubungan dengan Allah swt. Dari ‘Aisyah ra berkata, Rasulullah saw bersabda, "Silaturahmi itu tergantung di ‘Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: "Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya" (HR. Bukhari dan Muslim). Dan akan dimasukan kedalam golongan yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dari Abu Hurairah ra sesunguhnya Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhirat maka lakukanlah silaturahmi" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam melakukan silaturahmi kita juga harus memperhatikan beberapa etika silaturahmi sehingga membuahkan manfaat yang baik bagi kedua belah pihak dan tidak mendzalimi teman yang kita kunjungi. Diantara etika tersebut yaitu dilakukan semata-mata karena Allah SWT bukan karena dunia atau tujuan lainnya serta membawa hadiah untuk saudara yang akan dikunjungi. Rasulullah saw bersabda, "Saling berbagi hadiahlah diantara kalian maka kalian akan saling mencintai." Kemudian, memperhatikan waktu silaturahmi. Bila kita ingin bersilaturahmi maka kita harus memperhatian objek yang kita akan dikunjungi, karena antar individu berbeda dalam jadwal kerja dan aktivitas. Mungkin di antara mereka ada yang bisa menerima tamu pada waktu asar namun diantara mereka tidak bisa menerimanya. Dan hal yang sangat penting adalah waktu silaturahim yang terlalu lama alias kebablasan sedangkan tuan rumah memiliki aktivitas lain yang harus dikerjakan dan malu untuk mengungkapkannya karena takut akan menimbulkan persepsi negatif tamu terhadap dirinya.

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw bersabda, "Ada seorang laki-laki bersilaturahim ke saudaranya yang tinggal di desa lain, maka Allah mengutus seorang malaikat untuk menemuinya. Tatkala bertemu dengan lelaki tersebut maka malaikat bertanya, "Hendak kemanakah saudara?" Lelaki tersebut menjawab, "Saya ingin bersilaturahim ke saudaraku di desa ini." Malaikat kembali bertanya, "Apakah kamu menziarahinya karena ada sesuatu kenikmatan yang akan engkau raih?" Lelaki tersebut menjawab, "Tidak, saya melakukan silaturahim ini semata-mata kecintaan saya terhadapnya karena Allah." Malaikat kemudian berkata, " Sesungguhnya saya diutus Allah untuk menemui kamu untuk menyampaikan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena-Nya." (HR. Muslim)

SOFTWARE ENGINEERING


SOFTWARE ENGINEERING

Top of Form
Rekayasa perangkat lunak (SE) adalah penerapan pendekatan yang sistematis dan disiplin, diukur untuk pengembangan, operasi, dan pemeliharaan perangkat lunak, dan studi pendekatan ini. Yaitu penerapan rekayasa perangkat lunak. Ini adalah penerapan rekayasa perangkat lunak karena mengintegrasikan matematika signifikan, ilmu komputer dan praktek yang sumbernya tidak di rekayasa . Hal ini juga didefinisikan sebagai pendekatan sistematis untuk, desain analisis, penilaian, implementasi, pemeliharaan pengujian, dan rekayasa ulang perangkat lunak, yaitu penerapan rekayasa perangkat lunak. Rekayasa perangkat lunak Istilah pertama kali muncul dalam Konferensi 1968 Rekayasa Perangkat Lunak NATO, dan dimaksudkan untuk memprovokasi pemikiran tentang "krisis perangkat lunak" yang dirasakan pada waktu itu .

Pengembangan perangkat lunak, istilah yang banyak digunakan dan lebih umum, tidak selalu menggolongkan paradigma rekayasa. Meskipun dipertanyakan apa dampaknya telah pada pengembangan perangkat lunak sebenarnya selama 40 tahun terakhir, masa depan dari lapangan tersebut terlihat cerah menurut Majalah Uang dan Salary.com, yang dinilai "insinyur perangkat lunak" sebagai pekerjaan terbaik di Amerika Serikat pada tahun 2006 . Juga, pada tahun 2012 Wall Street Journal rated it pekerjaan terbaik.

 Sejarah rekayasa perangkat lunak

Ketika komputer pertama digital modern muncul di awal 1940-an,  petunjuk untuk membuat mereka beroperasi itu kabel ke dalam mesin. Praktisi cepat menyadari bahwa desain ini adalah tidak fleksibel dan datang dengan "arsitektur program yang tersimpan" atau arsitektur von Neumann. Dengan demikian pembagian antara "perangkat keras" dan "perangkat lunak" dimulai dengan abstraksi yang digunakan untuk menangani kompleksitas komputasi.

Bahasa pemrograman mulai muncul pada tahun 1950 dan ini adalah juga langkah utama dalam abstraksi. Bahasa utama seperti Fortran, ALGOL, dan COBOL yang dirilis pada akhir 1950-an untuk menangani masalah ilmiah, algoritmik, dan bisnis masing-masing. EW Dijkstra menulis kertas mani, "Go To Pernyataan Dianggap Berbahaya", pada tahun 1968 dan David Parnas memperkenalkan konsep kunci dari persembunyian modularitas dan informasi pada tahun 1972 untuk membantu menangani programmer dengan kompleksitas yang semakin meningkat dari sistem perangkat lunak. Sebuah sistem software untuk mengelola perangkat keras yang disebut sistem operasi juga diperkenalkan, terutama dengan Unix pada tahun 1969. Pada tahun 1967, bahasa Simula memperkenalkan paradigma pemrograman berorientasi objek.

Kemajuan dalam perangkat lunak dipenuhi dengan kemajuan yang lebih dalam perangkat keras komputer. Pada pertengahan 1970-an, komputer mikro ini diperkenalkan, sehingga ekonomis untuk penggemar untuk mendapatkan komputer dan menulis perangkat lunak untuk itu. Hal ini pada gilirannya menyebabkan Personal Computer sekarang terkenal (PC) dan Microsoft Windows. Pengembangan Software Life Cycle atau SDLC juga mulai muncul sebagai konsensus untuk pembangunan terpusat dari perangkat lunak pada pertengahan 1980-an. Akhir 1970an dan awal 1980-an melihat pengenalan beberapa Simula baru yang terinspirasi berorientasi objek bahasa pemrograman, termasuk Smalltalk, Objective-C, dan C + +.

Perangkat lunak open source mulai muncul di awal 90-an dalam bentuk perangkat lunak Linux dan memperkenalkan "pasar" atau gaya desentralisasi pembangunan perangkat lunak Lalu. World Wide Web dan mempopulerkan Internet hit di pertengahan tahun 90-an , mengubah rekayasa perangkat lunak sekali lagi. Sistem terdistribusi diperoleh bergoyang sebagai cara untuk sistem desain, dan bahasa pemrograman Java diperkenalkan dengan mesin virtual sendiri sebagai langkah lain dalam abstraksi. Programmer berkolaborasi dan menulis Agile Manifesto, yang disukai proses yang lebih ringan untuk membuat perangkat lunak lebih murah dan lebih tepat waktu.

Definisi rekayasa perangkat lunak saat ini masih diperdebatkan oleh praktisi hari ini karena mereka berjuang untuk menemukan cara-cara untuk memproduksi perangkat lunak yang "lebih murah, lebih baik, lebih cepat". Pengurangan biaya telah menjadi fokus utama dari industri TI sejak tahun 1990. Total biaya kepemilikan merupakan biaya lebih dari sekedar akuisisi. Ini mencakup hal-hal seperti hambatan produktivitas, upaya pemeliharaan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung infrastruktur
.